Senin, April 14, 2008

if something happened too fast will it end the same way?

saat ini kuberfikir. apa yang terjadi pada diriku saat ini.
disaat beberapa jam yang lalu aku masih bisa bersikap ceria

everything seems so fine. everything seems so normal.
tapi apa yang terlihat di luar ternyata tidak sebaik kelihatannya.
di dalamnya ada pertentangan
perselisihan
benturan

dan semuanya itu terjadi begitu cepat sampai-sampai hari-hari bahagia itu hanyalah sebuah mimpi.
dimana senyuman bahagia yang tadi terukir hanya menjadi bayangan semu.
saat ku menanti dengan penuh harap namun tak ada jawab.

sesaat.. disaat kuterjatuh dalam keputus asaan..
kumenjerit, berteriak pada dunia.
salah apakah aku? apakah bahagia itu sebuah dosa yang tak termaafkan?

namun kemudian kutersadar.
aku egois..
ingin enak sendiri saja.
bahagia koq buat sendiri? ga mikrin orang lain.

semakin tenggelam dalam lamunan, perdebatan sengit terjadi di dalam benakku
sesaat.. sebuah cahaya terang menerangi jalan di depanku.
namun aku tak berfikir untuk maju, malahan terdiam terpaku
dalam kedipan mata, cahaya tersebut telah hilang. bablas.

kumerenung kembali, sampai suara lembut itu mengusikku kembali
suara yang sudah lama kurindu
suara yang sudah lama kutunggu

kumenatap asal suara itu, wajahnya yang tersenyum lembut membelaiku
menaikan kedua ujung bibirku yang telah jatuh.
kutersenyum memandangnya.

itu hanyalah ujian.
bumbu bumbu kehidupan
semuanya tetap merujuk pada kebahagiaan

aku bahagia,
karena ku punya dia.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Wadoh2, knapa ni???

Berbahagialah, hanya karena kau bahagia. Jangan pernah menggantungkan kebahagiaanmu pada pundak orang lain.

Bahasa g keren yah....