Rabu, April 16, 2008

hanya naluri?

selangkah demi selangkah kulewati jalan ini
dengan hanya membawa kenekatan dan naluri
dalam kepala ini suara-suara berbisik
apakah memang ini yang terbaik?

kubiarkan angin mengawal langkah ini
tanpa adanya pikiran untuk kembali
namun apa yang menunggu di ujung jalan ini?
adakah bahagia ataupun sakit merintih

jalan ini bukan aku yang memilih
hati dan asaku yang membimbing
kebingunganku dikalahkan oleh naluri
membawaku ke dalam liarnya kehidupan

aku mabuk, terbuai dalam hasrat
seluruh imajinasiku hanyalah secercah asa yang palsu
yang menghasutku untuk tenggelam dalam harap
kemudian perlahan membungkamku dari kehidupan

aku hanyut, terbawa arus dunia
tak dapat berpijak, bahkan berdiri tegak
memaksaku mengikuti arahnya,
tanpa peduli ku berteriak melawan

kutahu apa yang kulakukan bukanlah yang dapat dibanggakan
namun tak sedikitpun ada rasa sesal
dimana akal sehat sekalipun sudah kehilangan fungsinya
apakah itu hanya naluri?


2 komentar:

Anonim mengatakan...

sad, but great!!!

Bagi org yg katanya 'not into poem', this one is really amazing...

ketularan yah???

alidestroy mengatakan...

bagus har... hah emang kamu 'not into poem'?